PEDOMANJOGJA

Festival Tresna Pancasila 2026: Ruang Keberagaman dan Semangat Kebangsaan.

Redaksi

Redaksi

06 Jun 2026, 23:00 WIB
Festival Tresna Pancasila 2026: Ruang Keberagaman dan Semangat Kebangsaan.
Sebanyak 15 kelompok turut memeriahkan kegiatan Festival Budaya Tresna Pancasila 2026 yang di gelar di sepanjang jalan Malioboro.

pedomanjogja.com (Sleman) - Derap langkah para peserta kirab berpadu dengan alunan musik dan warna-warni busana tradisional yang memenuhi ruas Jalan Malioboro, Sabtu (6/6/2026). Di tengah keramaian tersebut, semangat kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila terasa hidup dalam Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026, sebuah perayaan budaya yang menghadirkan keberagaman Indonesia dalam satu harmoni.


Mengusung tema “Nitya Baswara” yang berarti selamanya bersinar, kegiatan ini menjadi simbol harapan agar Pancasila terus menyala dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman yang dihayati dan diamalkan dalam keseharian.


Kirab budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ini dikemas dalam konsep karnaval yang dipadukan dengan pertunjukan gerak atau moving choreography. Beragam ekspresi budaya Nusantara ditampilkan melalui tiga subtema utama, yakni Wastra Nusantara, Adat Tradisi, dan Busana Daerah.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kirab Budaya Tresna Pancasila merupakan ruang bersama untuk merayakan keberagaman sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.


“Melalui Kirab Budaya Tresna Pancasila ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan budaya bangsa, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dalam keberagaman. Pancasila harus terus hidup dalam keseharian masyarakat, dan budaya menjadi salah satu media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerus,” ujarnya.


Kirab mengambil rute dari DPRD DIY, melintasi kawasan Malioboro, dan berakhir di area samping Taman Pintar. Sepanjang perjalanan, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya, kostum karnaval, hingga koreografi yang ditampilkan para peserta.


Sebanyak 15 kelompok turut memeriahkan kegiatan tersebut. Mulai dari tarian pembukaan Garudheya Kencana, Pasukan Bendera Paskibraka, Marching Band Atma Jaya Yogyakarta, Paguyuban Dimas Diajeng DIY, Paguyuban Bregada Rakyat Suryatmojo, Bregodo Wirososro, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sanggar Seni Langit Alang-Alang, Kampung Wisata Taman Patehan Kraton, Mister Miss Culture Tourism, PLUMERIA, Kambojajaya, Sanggar SEMEKAR, Sanggar Seni R.N.B, Bisajadi Karnival hingga Pagoejoeban Onthel Djogjakarta.


Setiap kelompok menghadirkan interpretasi unik tentang budaya Nusantara. Tidak sekadar berbaris, para peserta juga menampilkan pertunjukan di sejumlah titik strategis yang membuat kirab terasa seperti panggung budaya terbuka di tengah kota.


Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar pertunjukan seni. Rahajeng Kusumaningtyas, peserta kirab dari perwakilan UNY, mengaku bangga dapat terlibat dalam acara tersebut.


“Kami tidak hanya menampilkan kostum yang menarik, tetapi juga berupaya menghadirkan pesan tentang persatuan dan keberagaman. Melalui karya seni dan budaya, kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai Pancasila,” katanya.


Pesan serupa juga dirasakan masyarakat yang hadir menyaksikan kirab. Riyadi, warga Sleman yang mengikuti acara dari awal hingga akhir, mengaku terkesan dengan semangat para peserta, terutama generasi muda yang mendominasi jalannya kirab.

“Saya bangga dengan pertunjukan yang melestarikan budaya seperti ini karena mampu membangkitkan semangat generasi muda. Saya menyaksikan acara ini dari awal hingga akhir, dan sekitar 90 persen pesertanya merupakan anak muda yang mengenakan busana budaya yang telah dikreasikan sesuai perkembangan zaman. Hal ini sungguh membanggakan dan semoga dapat menjadi contoh bagi pemuda lainnya. Jangan pernah meninggalkan adat dan budaya,” ujarnya.


Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 menjadi bukti bahwa keberagaman bukan sekadar identitas yang dimiliki bangsa Indonesia, melainkan kekuatan yang terus mengikat dan menerangi perjalanan bersama. Di tengah tantangan zaman, budaya kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan yang menghubungkan generasi, merawat persatuan, dan menjaga nilai-nilai Pancasila tetap bersinar dari waktu ke waktu. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...