Pedomanjogja.com (Sleman) – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman SD Negeri Tlacap, Padukuhan Tlacap, Kalurahan Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 52 siswa kelas VI resmi dilepas dalam acara wisuda dan pelepasan siswa tahun ajaran 2025/2026 setelah menuntaskan pendidikan dasar selama enam tahun.
Bagi para siswa, hari itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang di bangku sekolah dasar. Sementara bagi orang tua dan guru, momen tersebut menjadi saat untuk menyaksikan tumbuh kembang anak-anak yang selama ini mereka dampingi dengan penuh kesabaran.
Kemeriahan sudah terasa sejak awal acara. Para wisudawan dan wisudawati mengikuti kirab menuju lokasi kegiatan dengan wajah ceria. Di sepanjang perjalanan, senyum mereka disambut tatapan bangga para orang tua yang memenuhi area sekolah.
Acara pelepasan tidak hanya diisi prosesi wisuda, tetapi juga berbagai penampilan seni yang menampilkan bakat para siswa. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pementasan wayang oleh dalang cilik Sanggit, siswa kelas 2B. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan.
Selain wayang cilik, siswa juga menampilkan Tari Among Tani dan pertunjukan pantomim yang menambah semarak suasana. Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama turut menghadirkan nuansa khidmat sebelum prosesi wisuda dimulai.
Satu per satu siswa kemudian maju ke panggung untuk menerima pengalungan samir sebagai simbol kelulusan. Tepuk tangan dan sorak bangga dari keluarga serta guru mengiringi langkah mereka.
Pada kesempatan itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa dengan capaian akademik terbaik. Peringkat pertama diraih oleh G. Trudis Areta Natania Maramulya dengan nilai 283,33. Posisi kedua ditempati Brigitta Fania Revelin dengan nilai 279,99, sementara peringkat ketiga diraih Zakira Nailah Hafizah Sitepu dengan nilai 276,67.
Kepala SD Negeri Tlacap, Jumadi, berharap para lulusan tidak hanya membawa bekal nilai akademik yang baik, tetapi juga mampu menjaga karakter dan nama baik sekolah di jenjang pendidikan berikutnya.
Ia menekankan pentingnya membangun pribadi yang berakhlak mulia, berbudi luhur, serta mampu mengharumkan nama keluarga dan sekolah.
“untuk harapan kami sebagai kepala sekolah adalah selalu menjaga nama baik sekolah. Kemudian juga mendapatkan nilai yang bagus, tidak hanya nilai saja, tapi juga berkarakter, kemudian berbudi yang luhur, mengharumkan nama orang tua, nama sekolah,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite Sekolah, Karjono. Ia mengucapkan terima kasih kepada para guru dan kepala sekolah yang telah mendidik siswa hingga tumbuh menjadi anak-anak yang berprestasi dan memiliki karakter baik.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Karjono mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menapaki tantangan baru yang lebih luas.
"Teruslah belajar, jaga sikap, hormati orang tua dan guru, serta jadilah pribadi yang berakhlak mulia dan bermartabat," pesannya.
Momen paling mengharukan terjadi ketika Delisha, perwakilan siswa kelas VI, menyampaikan pesan dan kesan selama belajar di SD Negeri Tlacap. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan mereka selama enam tahun terakhir.
Ungkapan tulus tersebut membuat sejumlah hadirin tampak menahan haru. Beberapa orang tua terlihat menyeka air mata saat mengenang perjalanan putra-putri mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar.
Suasana hangat juga terasa ketika perwakilan adik kelas, Iffa Kalisha dari kelas 5B, menyampaikan salam perpisahan kepada kakak-kakak kelasnya. Acara kemudian ditutup dengan penampilan paduan suara siswa kelas VI yang menjadi persembahan terakhir mereka sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelepasan dan wisuda tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Bagi para siswa, orang tua, dan guru, momen tersebut menjadi penutup indah sebuah perjalanan sekaligus awal langkah baru menuju masa depan yang penuh harapan. (Fzn)