PEDOMANJOGJA

Dari Telo hingga Kentang, Lomba Memasak di Yogya Ajak Warga Tak Lagi Bergantung pada Nasi

Redaksi

Redaksi

22 May 2026, 17:26 WIB
Dari Telo hingga Kentang, Lomba Memasak di Yogya Ajak Warga Tak Lagi Bergantung pada Nasi
Peserta lomba masak foto bersama Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang menjabat Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, S.IP

pedomanjogja.com - Aroma masakan tradisional bercampur kreativitas modern memenuhi suasana di kawasan Penembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). Sejumlah ibu rumah tangga tampak sibuk mengolah singkong, kentang, hingga aneka umbi menjadi hidangan sehat dan menarik dalam Lomba Memasak Sehat yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan memasak biasa. Di balik sajian tiwul modern dan olahan umbi-umbian lainnya, tersimpan pesan penting tentang ketahanan pangan dan pola hidup sehat.


Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, mengatakan masyarakat perlu kembali mengenal dan memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang selama ini mulai ditinggalkan.

“Kita ingin masyarakat sadar bahwa sumber pangan kita sangat banyak, tidak hanya nasi. Ada kentang, telo, singkong, dan berbagai umbi lainnya yang juga bergizi dan mengenyangkan,” ujarnya.


Mengubah Pola Pikir “Belum Makan Kalau Belum Nasi”

Darini mengakui, tantangan terbesar dalam diversifikasi pangan adalah kebiasaan masyarakat yang masih menganggap belum makan jika belum mengonsumsi nasi.

Padahal menurutnya, pangan lokal non-beras memiliki nilai gizi tinggi dan bisa diolah menjadi makanan yang lezat serta menarik untuk keluarga.


“Kita ingin perlahan mengubah pola pikir itu. Kalau sudah dibiasakan, ternyata makanan dari umbi-umbian juga enak, sehat, dan mengenyangkan,” katanya.

Menurut Darini, gerakan konsumsi pangan sehat semakin penting di tengah meningkatnya berbagai penyakit tidak menular. Ia berharap masyarakat mulai membangun kebiasaan makan yang lebih beragam agar kualitas kesehatan keluarga ikut meningkat.


Peran Ibu Jadi Kunci Ketahanan Pangan Keluarga

Lomba memasak ini diikuti ibu-ibu dari wilayah Penembahan, Kemantren Kraton. Mereka terlihat antusias menyajikan berbagai menu kreatif berbahan dasar pangan lokal.


Bagi Darini, peran perempuan sangat penting karena ibu rumah tangga menjadi penentu pola konsumsi keluarga sehari-hari.

Ia berharap gerakan sederhana seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Yogyakarta untuk mulai mengembangkan pangan lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat.


Dorong Pertanian Perkotaan di Yogyakarta

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menilai penguatan pangan lokal juga harus dibarengi dengan pengembangan pertanian perkotaan.


Menurutnya, meski lahan pertanian di Kota Yogyakarta terbatas, pemerintah tetap dapat mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi pertanian modern maupun teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.


“Pertanian perkotaan penting untuk mendukung kedaulatan pangan. Pemerintah bisa melibatkan para ahli dan masyarakat agar gerakan ini benar-benar berjalan,” ujarnya.

Melalui kegiatan sederhana dari dapur rumah tangga ini, para peserta berharap masyarakat semakin sadar bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari keluarga, dari halaman rumah, bahkan dari pilihan menu sehari-hari di meja makan.


Topik Terkait: #Jogja #Viral

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...