pedomanjogja.com (Sleman) - Suasana kawasan Bulaksumur dipastikan akan lebih semarak pada Minggu, 5 Juli 2026 mendatang. Ribuan peserta dari berbagai kalangan dijadwalkan ambil bagian dalam Bulaksumur Run 2026, ajang lari yang digelar di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan titik start dan finis di Grha Sabha Pramana (GSP).
Tak sekadar menjadi kompetisi olahraga, Bulaksumur Run tahun ini dirancang sebagai ruang perjumpaan yang mempertemukan alumni, sivitas akademika, komunitas lari, masyarakat umum, hingga pelaku UMKM dalam satu perayaan kebersamaan di kawasan kampus yang menjadi salah satu ikon Kota Yogyakarta.
Ketua Panitia Bulaksumur Run 2026, Nugroho Dewayanto, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan semangat inklusivitas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Bulaksumur Run ini adalah kegiatan yang inklusif dan terbuka bagi semua, baik alumni, pelaku UMKM, maupun masyarakat umum di Jogjakarta. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ikon yang bisa diterima dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Menurut Nugroho, sejumlah alumni UGM yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari akademisi hingga jajaran direksi BUMN, dijadwalkan turut hadir dalam rangkaian acara. Kehadiran tokoh-tokoh alumni, termasuk Ganjar Pranowo, diharapkan semakin menambah semarak penyelenggaraan event tersebut.
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, Bulaksumur Run 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan besar yang disiapkan UGM bersama para alumninya. Dalam agenda yang sama, panitia juga akan menggelar Turnamen Golf Amal yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-8.
Sementara itu, Race Director Bulaksumur Run 2026, Robertus Indra, menjelaskan bahwa lomba akan mempertandingkan dua kategori utama, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para pemenang di kategori Open maupun Master untuk peserta berusia 45 tahun ke atas.
Untuk kategori 5K, peserta akan berlari dari kawasan GSP menuju Gedung Rektorat UGM, melintasi Jalan Kesehatan dan Jalan Sardjito, kemudian memutar di Bundaran UGM, menyusuri Jalan Sudirman, sebelum kembali finis di GSP.
Adapun pada kategori 10K, panitia melakukan penyesuaian lintasan menyusul masih berlangsungnya proyek renovasi Jembatan Kewek. Meski demikian, peserta tetap akan melintasi sejumlah kawasan ikonik Kota Yogyakarta.
“Untuk kategori 10K, ada penyesuaian rute karena proyek renovasi Jembatan Kewek yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun. Jadi, rutenya dari area Jembatan Kewek, Kotabaru nanti sampai Gejayan dan tetap melewati titik-titik ikonik seperti Bundaran UGM dan Jalan Sudirman sebelum kembali ke GSP,” kata Robertus.
Menurutnya, perubahan jalur tersebut telah diperhitungkan secara matang agar peserta tetap mendapatkan pengalaman berlari yang nyaman sekaligus menikmati atmosfer khas kawasan kampus dan pusat Kota Yogyakarta.
Lebih dari sekadar mengejar catatan waktu terbaik, Bulaksumur Run 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antaralumni UGM dengan masyarakat luas. Di sisi lain, keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan di kawasan Grha Sabha Pramana juga diharapkan mampu menghadirkan dampak ekonomi yang positif.
Dengan menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Bulaksumur Run 2026 berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari identitas kampus kerakyatan di Bulaksumur. (Hrd)