pedomanjogja.com (Jakarta) - Di tengah semakin pesatnya transformasi digital di Indonesia, tantangan yang kini dihadapi bukan lagi sekadar soal akses teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dan keterampilan digital dapat benar-benar diubah menjadi peluang nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para kreator.
Berangkat dari semangat tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI), Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), dan Adobe menjalin kolaborasi untuk membantu masyarakat Indonesia mengembangkan kreativitas menjadi peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini hadir sebagai upaya bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Melalui sinergi tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan akses terhadap teknologi, tetapi juga dibekali keterampilan, pendampingan, hingga peluang monetisasi karya kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat. Menurutnya, perkembangan AI seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan manusia dalam berkarya, bukan menggantikannya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, Kemenekraf mengajak para kreator di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan program ini dalam mengembangkan ide menjadi karya yang berdampak dan bernilai ekonomi.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf. Program ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi dan AI, serta penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar berupa talenta dan kreativitas generasi mudanya. Namun, menurutnya, banyak anak muda masih membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat agar ide-ide mereka dapat berkembang menjadi sesuatu yang bernilai.
Melalui kolaborasi ini, Indosat dan Adobe berupaya menghadirkan berbagai fasilitas yang memungkinkan generasi muda mengembangkan potensi kreatif mereka sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Adobe akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan bagi pelanggan Indosat. Selain itu, pelanggan juga dapat mengakses berbagai materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Adobe Digital Academy merupakan program pengembangan keterampilan kreatif, pemasaran, dan AI yang dirancang untuk membantu masyarakat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Melalui platform ini, peserta dapat mempelajari berbagai kemampuan mulai dari pembuatan konten digital, komunikasi visual, hingga storytelling berbasis teknologi AI.
President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyebut Indonesia memiliki komunitas kreatif yang sangat potensial. Karena itu, Adobe ingin membantu lebih banyak kreator Indonesia mengubah ide menjadi peluang nyata melalui akses teknologi, pelatihan, dan jalur monetisasi karya.
Menariknya, Indonesia dipilih sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator Indonesia memperoleh penghasilan dari template yang mereka buat dan dipublikasikan melalui platform Adobe Express.
Para kreator terpilih juga berkesempatan menampilkan karya mereka di IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap jejaring industri, calon kolaborator, serta peluang pasar yang lebih besar.
Sementara itu, Indosat akan mengoptimalkan platform pemberdayaan generasi muda bernama GENSi (Generasi Terkoneksi). Setelah menjangkau lebih dari 10.000 anak muda melalui berbagai program literasi digital dan kreativitas, GENSi menargetkan dapat menjangkau 15.000 peserta di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini.
Melalui jaringan komunitas dan program pelatihan yang dimiliki, GENSi akan membantu generasi muda memahami cara memanfaatkan teknologi digital untuk membangun eksistensi, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan dampak positif di masyarakat.
Ke depan, Indosat juga berencana menghadirkan penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri agar perangkat kreatif berbasis AI dapat diakses lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi ini, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang mampu melangkah dari tahap belajar menjadi berkarya, lalu mengembangkan karya tersebut menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Di era digital yang terus berkembang, kreativitas tidak lagi hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi individu maupun komunitas. Dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan ekosistem yang tepat, ide-ide besar dari berbagai penjuru Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi karya yang berdampak dan bernilai ekonomi. (Fzn)