PEDOMANJOGJA.COM — Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi kepanikan bagi warga Dusun Bayen, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman. Bau menyengat yang tiba-tiba memenuhi udara membuat puluhan warga terbangun dari tidur dengan mata perih dan sesak napas.
Kebocoran diduga berasal dari gas amonia di sebuah pabrik es kristal di wilayah tersebut, Sabtu (9/5/2026) dini hari.
Warga mulai menyadari situasi tidak biasa sekitar pukul 00.00 WIB. Bau tajam yang menusuk membuat sebagian warga keluar rumah dalam kondisi panik, sementara lainnya berusaha menyelamatkan anak-anak dan anggota keluarga lanjut usia.
“Warga mengeluh matanya pedih, sesak, dan mencium bau yang sangat menyengat,” ujar Mukti Sukamdani saat ditemui di posko darurat.
Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat
Sedikitnya sekitar 50 warga dari beberapa RT terdampak akibat kebocoran tersebut. Demi menghindari risiko yang lebih besar, banyak warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat mereka pada malam hari.
Perangkat dusun bersama relawan juga langsung mendirikan posko darurat di rumah salah satu warga untuk membantu penanganan awal.
Hingga Sabtu pagi, bau amonia masih tercium cukup kuat di sekitar lokasi pabrik, bahkan menyebar hingga radius ratusan meter dari area industri.
Beberapa warga mengaku masih khawatir untuk kembali beraktivitas normal karena udara di sekitar lokasi belum sepenuhnya membaik.
Petugas Gabungan Turun ke Lokasi
Setelah menerima laporan warga, tim gabungan dari BPBD Sleman, PMI Sleman, dan petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi.
Panewu Kalasan, Samino, mengatakan petugas melakukan penyemprotan untuk mengurangi dampak gas yang menyebar di udara.
Sementara itu, operasional pabrik untuk sementara dihentikan sambil menunggu proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Ikan di Saluran Irigasi Dilaporkan Mati
Tidak hanya berdampak pada kesehatan warga, kebocoran gas juga diduga menyebabkan ikan-ikan di saluran irigasi sekitar lokasi mati mendadak.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Sleman telah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dampak lingkungan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak sekaligus menyelidiki penyebab pasti kebocoran gas amonia tersebut.
Bagi warga Bayen, kejadian dini hari itu meninggalkan rasa cemas yang belum hilang. Mereka berharap penanganan dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan tempat tinggal mereka. (Hrd)