PEDOMANJOGJA

Diskusi di UGM Berujung Ricuh, Tiga Pejabat Negara Didemo Mahasiswa dan Dievakuasi Polisi

Redaksi

Redaksi

16 Jun 2026, 05:38 WIB
Diskusi di UGM Berujung Ricuh, Tiga Pejabat Negara Didemo Mahasiswa dan Dievakuasi Polisi
Suasana diskusi yang semula berlangsung tenang di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, berubah tegang pada Senin (16/6/2026) malam.

pedomanjogja.com (Sleman) - Suasana diskusi yang semula berlangsung tenang di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, berubah tegang pada Senin (16/6/2026) malam. Tiga pejabat negara yang hadir sebagai pembicara dalam forum bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” mendapat penolakan dari ratusan mahasiswa hingga akhirnya harus dievakuasi dari lokasi.


Ketiga pejabat tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.


Forum yang digelar di Joglo GIK UGM tersebut awalnya berjalan kondusif. Para narasumber menyampaikan pandangan mereka mengenai Pancasila di hadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus. Namun situasi berubah sekitar pukul 20.20 WIB ketika puluhan mahasiswa tiba-tiba naik ke atas panggung.

Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap kehadiran para pembicara. Di antara tulisan yang terlihat adalah "UGM Menolak Pengkhianat Reformasi" dan "UGM Menolak Penjilat Rezim".


Aksi tersebut membuat jalannya diskusi terhenti. Ketegangan semakin meningkat ketika terjadi lemparan gelas air mineral di area forum. Panitia dan petugas keamanan berupaya menenangkan situasi, namun massa terus memadati area sekitar panggung.


Di tengah kondisi yang semakin tidak kondusif, ketiga pejabat kemudian dievakuasi keluar dari area Joglo GIK. Namun upaya meninggalkan lokasi tidak berjalan mudah. Ratusan mahasiswa telah berkumpul di luar gedung dan menghadang kendaraan yang akan digunakan para pejabat untuk keluar dari kawasan kampus.

"Budiman, mana Budiman?" teriak sejumlah mahasiswa.

"Katanya mau diskusi," sahut mahasiswa lainnya.

Massa juga mendesak agar para narasumber kembali berdialog secara terbuka dan menjawab berbagai pertanyaan yang mereka bawa.


Setelah beberapa saat, Nusron Wahid dan Sudaryono akhirnya menemui massa yang masih bertahan di depan lokasi acara. Sementara itu, Budiman Sudjatmiko tidak lagi terlihat di area tersebut.


Dialog singkat sempat berlangsung. Salah seorang mahasiswa menanyakan mengenai alih fungsi ratusan ribu hektare lahan di Papua dan meminta penjelasan terkait tanggung jawab pemerintah dalam persoalan tersebut. Pertanyaan itu ditujukan kepada Nusron Wahid sebagai Menteri ATR/BPN.


Namun jawaban yang disampaikan Nusron, yang mengajak mahasiswa untuk melihat langsung kondisi di Papua, dinilai sebagian peserta aksi belum menjawab substansi pertanyaan yang diajukan. Situasi kembali memanas dan memunculkan kekecewaan di kalangan massa.


Tak lama kemudian, Nusron dan Sudaryono berdiri meninggalkan lokasi dialog dan berjalan menuju kawasan Bundaran UGM. Sejumlah mahasiswa berusaha mengikuti dan meminta keduanya melanjutkan diskusi. Aksi saling kejar sempat terjadi ketika massa berupaya mendekati rombongan pejabat.


Meski demikian, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengevakuasi Nusron dan Sudaryono menggunakan kendaraan patroli pengawalan. Keduanya meninggalkan kawasan kampus di bawah pengamanan petugas.


Sementara itu, Budiman Sudjatmiko disebut telah lebih dahulu keluar dari kawasan GIK melalui jalur berbeda sehingga tidak bertemu dengan massa yang menunggu di bagian depan gedung.


Akibat insiden tersebut, agenda diskusi yang mengusung tema Pancasila sebagai pemersatu bangsa berakhir lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan. (Fzn)



💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...