PEDOMANJOGJA

Gerakan Tanam Cabai dari Pekarangan Rumah, DIY Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Redaksi

Redaksi

09 Jun 2026, 12:15 WIB
Gerakan Tanam Cabai dari Pekarangan Rumah, DIY Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
200 Peserta ikuti Peluncuran Program Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) PKK Tahun 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta.

pedomanjogja.com (Yogyakarta) – Upaya menjaga stabilitas harga pangan ternyata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dari pekarangan rumah hingga tingkat kalurahan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi.

Semangat itulah yang menjadi dasar peluncuran Program Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) PKK Tahun 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan berbagai pemangku kepentingan di Bangsal Mataram, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Senin (9/6).


Mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga melalui Gerakan Budidaya Cabai untuk Mendukung Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah”, program ini mengajak masyarakat, khususnya keluarga dan kelompok PKK, untuk aktif membangun ketahanan pangan dari lingkungan rumah masing-masing.


Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-DIY, organisasi perempuan, anggota TPID, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Hadir pula Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad, para sekretaris daerah kabupaten/kota se-DIY, serta sejumlah pimpinan organisasi perempuan di Yogyakarta.


Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo menegaskan bahwa pengendalian inflasi pangan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga stabilitas harga tidak cukup dilakukan melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan.


Hal tersebut sejalan dengan transformasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) pada tahun 2026 yang menitikberatkan pada empat aspek utama, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DIY dalam High Level Meeting TPID se-DIY, BI DIY bersama TPID dan TP PKK DIY menginisiasi Program MRANTASI PKK sebagai gerakan pengendalian inflasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Fokus utamanya adalah mendorong keluarga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, salah satu komoditas yang selama ini kerap memicu kenaikan inflasi di DIY.


Data hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa inflasi DIY masih banyak dipengaruhi kelompok pangan bergejolak atau volatile food, termasuk cabai. Karena itu, penguatan produksi pangan dari tingkat rumah tangga dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga.


Sebagai bentuk dukungan nyata, BI DIY bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang dan berbagai mitra akan menyalurkan 10.000 bibit cabai rawit varietas Brengos kepada 66 kalurahan dan kelurahan yang menjadi lokasi percontohan Program MRANTASI PKK di seluruh DIY.


Tak hanya bibit, bantuan juga dilengkapi pupuk dan sarana pendukung budidaya lainnya agar masyarakat dapat mengelola tanaman cabai secara optimal dan berkelanjutan.


Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas harga pangan.

Ia menjelaskan, Program MRANTASI sebenarnya telah mulai diinisiasi sejak tahun 2024 dan terus diperkuat melalui keterlibatan berbagai organisasi masyarakat.


Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai mampu memperluas dampak program sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAy Adipati Paku Alam, mengapresiasi sinergi yang telah dibangun antara BI DIY, TPID, dan PKK dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.


Menurutnya, PKK memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu, gerakan budidaya pangan mandiri seperti penanaman cabai dapat menjadi langkah nyata dalam membantu mengendalikan inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Ia pun mengajak seluruh kader dan pengurus PKK di DIY untuk berpartisipasi aktif menyukseskan program tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Yogyakarta.


Peluncuran Program MRANTASI PKK ditandai dengan penyerahan simbolis bibit cabai kepada perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-DIY. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.


Selain peluncuran program, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi yang disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto. Peserta juga memperoleh pelatihan teknis budidaya cabai rawit dan pola tanam hortikultura yang adaptif terhadap perubahan cuaca dari praktisi hortikultura sekaligus praktisi TP PKK, T.O. Suprapto.

Program MRANTASI PKK akan berlangsung hingga November 2026 dengan dukungan monitoring berkala, pendampingan teknis, serta kompetisi antar kalurahan dan kelurahan untuk mendorong keberlanjutan gerakan.


Melalui program ini, pekarangan rumah diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau yang produktif, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengendalian inflasi. Dari ribuan bibit cabai yang ditanam masyarakat, diharapkan tumbuh ketahanan pangan keluarga yang lebih kuat, semangat gotong royong yang semakin erat, serta kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Hrd)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...