PEDOMANJOGJA

Hobi Merawat Ternak Antar Anak Buruh Serabutan Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Redaksi

Redaksi

18 Jun 2026, 08:48 WIB
Hobi Merawat Ternak Antar Anak Buruh Serabutan Kuliah Gratis di Peternakan UGM
Putri pasangan Sutiono (50) dan Nur (47) itu kini resmi diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan.

pedomanjogja.com (Kulon Progo) – Di sebuah rumah sederhana di kawasan Terbah, Wates, Kulon Progo, mimpi besar tumbuh di tengah keterbatasan. Ririn Dwi Nurtyani (17), putri seorang buruh serabutan, berhasil membuktikan bahwa kondisi ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi


Putri pasangan Sutiono (50) dan Nur (47) itu kini resmi diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan. Tak hanya lolos tanpa tes, Ririn juga memperoleh Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol, sehingga dapat menempuh pendidikan di UGM tanpa membayar biaya kuliah.


Bagi Ririn, kabar tersebut menjadi titik balik dari perjuangan panjang yang selama ini dijalani keluarganya. Sang ayah bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu karena bergantung pada proyek bangunan yang tersedia. Ketika pekerjaan sepi, ia bahkan harus menganggur dan mengandalkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, ibunya merupakan ibu rumah tangga yang sepenuhnya bergantung pada penghasilan sang suami untuk membesarkan tiga anak mereka.


Di tengah kondisi tersebut, Ririn memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia justru menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan keluarganya.

“Saya ingin melanjutkan pendidikan dan mengubah nasib keluarga yang sebelumnya hanya menjadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” ungkap Ririn saat ditemui di kediamannya, Rabu (17/6/2026).


Keinginannya untuk melanjutkan kuliah sempat mendapat keraguan dari sang ayah yang khawatir dengan biaya pendidikan tinggi. Namun Ririn terus meyakinkan kedua orang tuanya bahwa kesempatan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha.

Keyakinan itu kini terbayar. Selain diterima di kampus impiannya, beasiswa yang diperoleh membuat beban ekonomi keluarga jauh berkurang.


“Saya merasa senang sekali karena biaya kuliah saya bisa terpotong 100 persen dan tidak membayar UKT sepeser pun. Jadi kebutuhan lain juga bisa dipenuhi,” katanya.

Pilihan Ririn untuk menempuh pendidikan di bidang peternakan bukan tanpa alasan. Sejak kecil, ia memiliki kedekatan dengan berbagai hewan ternak yang dipelihara keluarganya di rumah. Bersama orang tua, ia terbiasa merawat ayam, bebek, hingga burung.


Kegemaran itulah yang perlahan menumbuhkan cita-cita untuk mendalami dunia peternakan secara akademis.

“Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat untuk mengembangkan peternakan di kemudian hari,” ujarnya.


Dukungan penuh juga datang dari sang ibu yang memahami betul kecintaan putrinya terhadap hewan. Bagi Nur, pilihan jurusan tersebut sangat sesuai dengan minat yang selama ini ditunjukkan Ririn dalam kehidupan sehari-hari.


Sejak kecil, Ririn dikenal sebagai anak yang tekun dan berprestasi. Ia kerap meraih peringkat terbaik di sekolah. Tidak hanya unggul secara akademik, Ririn juga aktif dalam kegiatan nonakademik. Saat bersekolah di SMAN 1 Wates, ia menjadi bagian dari tim marching band yang berhasil mengantarkan sekolahnya meraih juara pertama tingkat Provinsi.


Prestasi-prestasi tersebut semakin menguatkan keyakinan kedua orang tuanya untuk mendukung pendidikan putri mereka hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Saya selalu mendukung Ririn untuk mewujudkan cita-citanya,” kata Nur.


Sebagai ibu, Nur mengaku selalu menanamkan nilai disiplin kepada anaknya. Ia membiasakan Ririn untuk rajin belajar, memanfaatkan waktu dengan baik, serta menjaga sikap terhadap orang tua, saudara, dan teman-temannya.


Kini, menjelang dimulainya kehidupan baru sebagai mahasiswa UGM, rasa haru masih menyelimuti keluarga kecil tersebut. Nur mengaku tak pernah membayangkan putrinya bisa menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tanpa biaya kuliah.


Di balik rasa syukur itu, tersimpan harapan sederhana yang selama ini menjadi doa orang tua kepada anaknya.

“Mudah-mudahan Ririn bisa sekolah lebih tinggi daripada orang tuanya dan kehidupannya nanti lebih baik. Semoga bisa mengangkat derajat orang tua dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutur Nur penuh harap.


Bagi Ririn, perjalanan menuju bangku kuliah baru saja dimulai. Namun kisahnya telah menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari keluarga sederhana, selama ada tekad, kerja keras, dan keyakinan untuk terus melangkah maju. (Hyu)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...