PEDOMANJOGJA

UGM dan UPN Veteran Telusuri Misteri Api yang Muncul di Rumah Warga Sleman, Diduga Dipicu Gas Metana

Redaksi

Redaksi

31 May 2026, 01:52 WIB
UGM dan UPN Veteran Telusuri Misteri Api yang Muncul di Rumah Warga Sleman, Diduga Dipicu Gas Metana
Tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan kemunculan api misterius di rumah warga.

pedomanjogja.com (Sleman) Kemunculan api misterius yang berulang kali muncul di rumah milik Agus, warga Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menarik perhatian kalangan akademisi.


Setelah sepekan menjadi perbincangan warga, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan pada Sabtu (30/05/2026). Dari hasil investigasi awal, para ahli menduga kuat fenomena tersebut berkaitan dengan keberadaan gas metana yang bermigrasi dari bawah permukaan tanah menuju area permukiman warga.


Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN Veteran Yogyakarta, Basuki Rahmad, mengatakan timnya menemukan indikasi keberadaan gas metana di sekitar aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah Agus. Menurut Basuki, wilayah tersebut diduga merupakan kawasan rawa purba yang menyimpan endapan batuan jenuh air dan material organik, kondisi yang memungkinkan terbentuknya gas metana secara alami. "Kami menemukan indikasi gelembung gas di bawah jembatan dekat sungai. Setelah dilakukan pengecekan sederhana, muncul dugaan kuat bahwa gas tersebut adalah gas metana yang bermigrasi melalui pori-pori tanah dan rekahan batuan hingga mencapai area rumah warga," kata Basuki.


Ia menjelaskan, gas metana yang terperangkap di bawah lapisan batuan cenderung mencari jalur pelepasan menuju permukaan. Dari hasil pengamatan sementara, terdapat indikasi jalur rekahan tanah yang mengarah ke lokasi rumah Agus. Meski demikian, tim UPN Veteran Yogyakarta menilai diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan besaran cadangan gas dan pola migrasinya. Salah satu rekomendasi yang diajukan adalah melakukan survei geofisika bawah permukaan guna memetakan kondisi geologi secara lebih rinci.


Api Muncul di Titik-Titik Lembap

Sementara itu, Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM Yogyakarta), Sarju Winardi, menyebut kemunculan api yang telah terjadi puluhan kali selama sepekan terakhir memiliki keterkaitan kuat dengan keberadaan gas metana. Menurutnya, indikasi tersebut diperkuat oleh hasil pengukuran yang sebelumnya dilakukan aparat kepolisian dan tim terkait di sejumlah titik munculnya api. "Data pengukuran menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi gas metana pada lokasi kemunculan api. Ini menjadi salah satu bukti awal yang cukup kuat," ujar Sarju.


Ia menambahkan, sebagian besar kemunculan api terjadi di area lembap, dekat saluran air, serta di sekitar pipa yang terhubung ke dalam rumah. Karena itu, tim UGM berencana mengambil sampel air untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi gas metana di dalam sistem saluran air yang digunakan keluarga Agus. Secara teori, kata Sarju, gas metana yang berada di bawah permukaan dapat terbawa bersama aliran air. Saat mencapai permukaan dan bercampur dengan oksigen, gas tersebut berpotensi terbakar apabila terdapat sumber pemicu.


Penghuni Diminta Mengosongkan Lantai Satu Rumah

Sebagai langkah antisipasi, tim ahli dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta merekomendasikan agar keluarga Agus sementara waktu tidak menggunakan area lantai satu rumah mereka hingga proses penelitian lebih lanjut selesai dilakukan. Rekomendasi tersebut diberikan untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul apabila masih terdapat akumulasi gas metana di dalam atau sekitar bangunan.


Hingga kini, penelitian lanjutan masih dilakukan untuk memastikan sumber, sebaran, serta potensi dampak dari fenomena yang telah memunculkan api hampir 60 kali dalam kurun satu minggu tersebut. (Fzn)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...